images1

 

Seperti halnya seorang kesatria yang butuh terus berlatih mengayunkan pedang & mengasahnya senantiasa agar tajamnya bisa terus dijaga. Begitupula seorang penulis yang selayaknya tak mencukupkan diri atas satu karya & terus “mengasah” penanya dengan membaca.

Seperti halnya kesatria yang selalu didampingi para suhu yang senantiasa melatih & mengarahkan, begitupula bagi para penulis. Mereka kan selalu butuh banyak orang tuk dijadikan tempat bertanya: orang-orang berilmu nan cendikia pun mumpuni dalam hal agama. Karena mereka adalah penulis yang berharap kebaikan selalu ada bagi para pembaca. Sehingga pahala mengalir baginya.

Saya mendamba hal sama. Bagaimana dengan Anda?

 

Sumber: https://www.facebook.com/penerbit.hatimedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s