Banyak yang ingin meminang surga, tapi banyak pula yang belum tahu jalannya. Atau sudah tahu tapi masih enggan untuk meraihnya.

Sungguh betapa meruginya.

Penat Terganti Nikmat

Sungguh tak mudah meminang surga, karena surga tak diperoleh dengan jalan leha-leha. Penat langkah mengiringi perjalanannya, bak menyibak rerumputan ilalang yang tumbuh subur menghalangi tetumbuhan nan kita tanam dan kita rawat dengan seluruh peluh dan bersimbah keringat di sana. Bahkan cemooh pasti ada.

Namun, sungguh balasan selaras dengan ceria tak terhingga di Alam Keabadian nantinya. Itupun jika kita masih percaya.

Bayangkan, Telaga Haudh yang menawarkan nikmat tiada tara, ternikmati selamanya karena hapalan al Quran ananda kita. Itulah salah satu jalan kita meminang surga.

Nikmati Tapak Jalannya

Banyak nian yang ingin anandanya menjadi al hafizh (penghapal Quran) tapi banyak pula yang mentergesai proses dan hanya ingin instan belaka. Padahal, merawat dan memotivasi ananda tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Banyak pula tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Bahwa menghapal Quran tidaklah prestise. Padahal bagi yang tahu, salah satu cara meminang surga caranya dengan memproses anak kita menjadi penghapal Quran.

Bukan memproses anak kita menjadi hamba dunia. Dunia memang perlu, tapi hanyalah bekal sekedarnya bukan segala-galanya. Dan dunia semestinya diletak di tangan atau di kaki, bukan di hati.

Banyak orangtua kini resah akan jadi apa anaknya, bukan malah menyiapkan ananda untuk meminang surga yang sudah tampak balasannya.

Jubah-Jubah Mulia

Inilah kedudukan mulia yang Allah ‘Azza wa Jalla tawarkan dan khususkan untuk orangtua yang memproses anandanya menjadi penghapal Quran (dan mengamalkannya tanpa syarat).

Melalui lisan agung Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.’” (Riwayat al-Hakim)

Betapa gagahnya, betapa mulianya, betapa memikatnya. Betapa tidak, Sang Pencipta telah menjanjikan Jubah-Jubah Mulia kepada kita karena perantara hapalan Quran ananda kita.

Masihkah banyak yang ragu? Obatnya para peragu adalah meyakini janji Allah Ta’ala. Begitu sederhananya. Ya,ya,ya.

Ah, betapa meruginya orang yang menanggalkan Jubah-Jubah Mulia dan menukarnya dengan dunia semenjana.

Epilog

Ah, catatan akhir pekan rutin (CAPER) ini memang sederhana. Bukan termaksud untuk menggurui atau merasa tahu segalanya. Bahkan sang penulis jauh dari segalanya. Catatan ini hanyalah resah yang terwujud goresan pena yang muaranya adalah agar generasi nan kita damba bisa mewujud dalam diri ananda.

Agar Peradaban Gemilang yang punah dari semesta raya bisa tumbuh dan menerbitkan harapan Islam lewat tangan kita dan hapalan ananda.

Jangan pernah menunda kesempatan, atau malah mengoyak kesempatan itu. Karena kesempatan tak pernah menunggu, tapi kitalah yang berlari meraihnya dengan jibaku.

Usahlah lena dengan mahagelar dunia, karena gelar dunia hanya melekat sementara, kelak penyesalan tak ada dua dan guna yang menghampiri kita dengan berujar,”Ah, seandainya anakku dulu meminang surga dengan hapalannya, pasti tak begini akhir jalannya.”

Ah, penyesalan tinggalah penyesalan. Karena masa tak kuasa untuk diputar ulang.

Yaa Rabb, inilah untaian doa sederhana kami,”Beri kami kesempatan untuk meminang surga-Mu lewat hapalan Al Quran ananda.”

Sudut-sudut Doa, 16 Februari 2014

Oleh Apu Indragiry

(Penyair, Esais,Novelis, Guru Menulis Kreatif & Bahasa Indonesia di HSG SMP Khoiru Ummah Pusat, Bogor)

 Diperbolehkan untuk mengutip dan menyebarluaskannya, dengan menyebutkan sumbernya.

sumber: www[dot]hsgku[dot]sch[dot]idImage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s