By: M. Agus Syafii


Mengapa Allah mengizinkan kita ditimpa cobaan, ujian dan derita bertubi-tubi, seolah tak berujung? Karena kasih sayang Allah melatih kita agar lebih sabar dalam hidup ini. Itulah rahasia dahsyatnya kesabaran banyak sekali manfaatnya bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Di Rumah Amalia ada pasangan suami istri yang berbagi pengalaman hidup yang sangat berat, mereka adalah pasangan yang optimis dan mampu bersyukur dalam keadaan sesulit apapun. Dalam penuturannya ia menjelaskan, “Allah itu Maha Penyayang Mas..Allah melatih kami menghadapi masalah-masalah besar agar kami kuat dan sabar dalam mengarungi samudra kehidupan.” Banyak keberkahan yang Allah limpahkan untuk pasangan suami istri  setelah dihempas badai cobaan bertubi-tubi , kemampuan mereka untuk bisa tetap bersyukur dan bersabar.

Cobaan pertama yang beliau hadapi adalah usaha mengalami jatuh terpuruk, mereka menjual semua, sampai rumah juga dijual untuk membayar hutang. Dulunya naik mobil berubah naik angkot bahkan sampai harus jalan kaki. Tentunya hal itu tidak mudah bagi mereka karena selama ini tidak pernah kekurangan. Belum sempat untuk menarik napas. Suatu malam anaknya jatuh sakit, kemudian menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit, dengan penuh isak tangis menahan kepedihan dan nyeri di dada sambil mengusap wajah mungil dan mencium pipi putra kesayangannya, bertutur lirih. “Dek, ayah sayang ama adik, Ayah ikhlas apapun yang telah menjadi ketetapan Allah.” Kekuatan iman dan ketaqwaannya kepada Allah terpancar diwajah mereka dan terasa kesejukan hatinya setiap sharing di Rumah Amalia.  Kekuatan iman dan kesabaran menjalani setiap cobaan demi cobaan. Badai kehidupan yang menghempas dengan cobaan, ujian dan penderitaan melatih kesabaran mereka dan kesabaran itu Allah melimpahkan berbagai keberkahan dalam kehidupan mereka yang lebih baik.

“Mereka (orang-orang yang bersabar) itulah yang akan dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” (QS. al-Furqaan:75).

Wassalam,
M. Agus Syafii

sumber: http://groups.yahoo.com/group/LayarKata-Network/message/16003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s