Catatan Pinggir: Sabtu 29 Oktober 2011

Oleh: /ApuIndragiri

Pagi itu embun masih bertengger di atas dedaunan. Kilap cahaya sang surya menerobos di celah pepohonan yang ada di daerah Sempur, Bogor. Pagi itu Saya ada kegiatan di daerah Tanah Baru.

Di atas angkot 03 yang membawa saya, tak sengaja, pupil mata saya bersirobok dengan pamflet yang ditempel di badan pohon yang berjejer dengan trotoar pejalan kaki. Isi di dalam pamflet itu adalah untuk berpartisipasi dalam pesta Hallowen tanggal 31 Oktober 2011.

Sempat tersentak, lantaran pesta ini biasanya hanya ada di Amrik sono. Namun, kini sudah mewabah juga di Indonesia khususnya di Bogor.

Sebenarnya apa sih Halloween? Menurut Wikipedia Halloween adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober dan terutama dirayakan di Amrik.

Halloween berasal dari festival Samhain (dari Bahasa kuno Irlandia samain) yang dirayakan orang Kelt zaman kuno. Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael. Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.

Sedang asal-usil kata Halloween menurut Wikipedia, merupakan kependekan dari All Hallows’ Even (eve dan even sama-sama berarti petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Huruf “n” di akhir kata Halloween berasal dari kata even. Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa[3] hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints’ Day menurut kalender santo dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November. Tanggal 13 Mei dulunya dirayakan sebagai hari raya paganisme untuk festival Lemuria.

Hari Raya Semua Orang Kudus ditentukan misionaris Kristen bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen. Hari Para Arwah (Day of the Dead) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di Brazil, Meksiko, dan Filipina.

Simbol Halloween adalah labu yang diukir membentuk wajah seram. Karakter-karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween adalah setan dan iblis dari kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, penyihir, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala. Karakter film horor klasik seperti drakula atau monster Frankenstein juga dipakai untuk perayaan Halloween.

Nah, inilah  fakta tentang istilah, sejarah, karakter-karakter yang diidentikkan dengan  ‘Perayaan Halloween’.

Karib Sastra Langit, ada bahasan menarik dari ulama’ dan mujtahid, Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam salah satu kitabnya. Bukan membahas masalah Halloween-nya memang, namun bagaimana penyikapan kita terhadap Hadharah (ide, pemikiran) dan Madaniyah (hasil pemikiran, benda, teknologi). Agar kita sebagai generasi Muslim bisa tahu mana ide, pemikiran atau benda yang bisa kita ambil, mana produk sains yang bisa kita manfaatkan dan mana pemikiran Barat yang musti kita tolak.

Dari segi istilah terdapat perbedaan antara Hadharah dan Madaniyah. Hadharah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan. Sedangkan Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Hadharah bersifat khas, sesuai dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah boleh bersifat khas, boleh pula bersifat umum untuk seluruh umat manusia. Bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadharah, seperti patung, termasuk madaniyah yang bersifat khas. Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri tergolong madaniyah yang bersifat umum, milik seluruh umat manusia. Bentuk madaniyah yang terakhir ini tidak dimiliki secara khusus oleh suatu umat tertentu, akan tetapi bersifat universal seperti halnya sains dan teknologi/industri.

Sudah bisa menyimpulkan? Halloween termasuk katagori mana? Dan boleh atau tidak kita ikut merayakan Halloween? Tentu Anda bisa menjawabnya setelah membaca catatan pinggir ini. Pendek kata, perayaan ‘Halloween’ adalah praktik penyembahan kepada berhala dengan simbol-simbol setan.

Ya, ya, ya. Islam mempunyai aturan yang sempurna, memiliki peradaban harum selama berabad-abad lamanya.

Yuk, kita gali dan kenali peradaban mulia itu. Jangan latah mengambil semua yang  dipromosikan oleh Barat. Agar Islam kembali menjadi rahmat bagi semesta alam, agar kita kembali menjadi generasi terbaik, generasi khoiru ummah. Wallaahu a’lam []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s