Oleh                : Nafiisah FB

Ide Cerita        : Rira N.

Malam tiba. Saatnya orang kembali ke rumah setelah berpenat diri seharian bekerja, termasuk Jaka. Dia duduk menghempaskan badan di atas sofa dengan tas selempang yang masih bertengger di bahunya.

“Fiuhh,capek banget!”

Jaka mengulurkan tangan menuju kipas angin di depannya. Baru saja jari telunjuknya mendekat ke tombol nomor 2, Dadang datang sambil membawa koran.

“Jangan nyalain kipas angin!Listrik mahal!Hemat! Nih!” kata Dadang galak sambil menyodorkan koran ke Jaka.

“Pake’ itu aja!”

Dadang meneruskan langkah keluar. Jaka manyun kesal, tapi dia terima juga koran itu. Dia segera mengunakannya untuk mengipasi dirinya.

Ari yang baru duduk di SD kelas 2 datang menghampiri Jaka. “Yaaa,Om, gimana sih?!”

“Gimana apanya?” Jaka bingung, sambil masih kipas-kipas.

Ari langsung mengambil koran dari tangan Jaka. “Ini kan bahan kliping Ari!Malah buat kipas-kipas!” ucap Ari galak.

Setelah koran ada di genggaman, Ari segera menuju kamar.

“Eh, bapak kamu yang ngasih ke Om!” teriak Jaka kesal.

Dia menghela nafas panjang, mengusir kesal.

“Heeeeh! Ada-ada aja sih!Mendingan nonton TV aja deh!

Jaka baru ambil remote, Datang masuk.

“Jangan lama-lama nontonnya! Lis …”

Belum sempat Dadang menyelesaikan kata-katanya, Jaka memotong dengan jengkel,”Listrik mahal! HarusHemat! Iya tahu!”

“Bagus!” Dadang tersenyum senang, mengangguk-angguk.

Jaka pun tersenyum. Senyum setengah hati. Dadang meneruskan langkah ke dalam, senyum Jaka perlahan memudar. Sekarang dia memajukan mulutnya.

Tapi tidak lama, karena Datang kembali ke ruang keluarga sambil membawa lampu senter. Jaka cepat-cepat senyum lagi.

Dadang keluar. Jaka menyalakan TV. Muncul gambar seorang news anchor sedang membacakan sebuah berita.

“Baiklah pemirsa, kami lanjutkan dengan berita selanjutnya. Pagi ini secara resmi, pemerintah melalui menteri ESDM resmi mengumumkan kenaikan Tarif dasar listrik sebesar 15%. Kenaikan harga yang direncanakan berlaku mulai bulan depan…..”

Pet! Lampu tiba-tiba mati. Keadaan jadi gelap gulita.

“Aduuuh! Mati lampu lagi! Udah segala dihemat masih mati lampu juga! Aduh lilin di sebelah mana ya?” Jaka gusar.

Dia bangkit dari kursi, mulai meraba-raba mencari jalan menuju tempat lilin diduga berada.

Di tengah pencariannya, terdengar teriakan keras Ari,”Ooooom! Gelap niiiih!”

Ari terdengar panik. Jaka berusaha menenangkan di saat dirinya sebenarnya tidak tenang.

“Udah tahu! Lagi nyari lilin nih!” teriak Jaka kesal.

“Namanya juga lampu mati ya gelap! Kalo lampu disko baru ajeb-ajeb!” lirih Jaka makin gusar.

“Oooom! Ari takut!” teriakan Ari dari kamarnya terdengar makin panik.

“Bentar! Sabar! Masih nyari lilin nih!”

“Duuh, senter mana dibawa Si Abang lagi! Ck,ah!” Kesal Jaka menjadi-jadi sambil tangannya masih meraba-raba meja, lalu dinding, dan kursi.

Akhirnya Jaka sampai di satu meja. Tangannya memegang sesuatu di sana.

“Nah, nih dia!”

Akhirnya lilin dan korek dia temukan. Jaka segera menyalakan korek. Seiring   sound track film Mission Impossible mengiang di ingatan. Korek didekatkan ke lilin, tapi mati.

Jaka menyalakan korek lagi. Korek didekatkan ke lilin, tapi mati.

Jaka mencoba menyalakan lagi. Korek didekatkan ke lilin, tapi mati.

Jaka marah, “Iiih!Ni korek gimana sih?! Pake’ ngambek lagi! Mana tinggal satu! Korek, please kerjasama dong yang baik. Tinggal elo nih harapan gua satu-satunya! Jangan mati ya. Please….”

Jaka berusaha sekali lagi.

“Bismillah.”

Sound track film Mission Impossible pun kembali bermain-main di ingatan. Korek didekatkan ke lilin lalu … berhasil! Jaka tampak sangat lega.

“Alhamdulillah.”.

Jaka membawa lilin ke meja dekat TV dengan hati-hati. Dia meletakkan lilin di sana. Kemudian dia duduk merebahkan punggung seperti semula.

“Riii! Ariii! Belajarnya sini aja! Lilinnya cuma satu!”

Lampu menyala.

“Wah! Nyala! Alhamdulillah cuma bentar mati lampunya.”

Jaka sangat lega dan gembira. Dia meniup lilin,”Huuff fiuhh!”

Api mati. Tapi, sedetik berikutnya lampu pun ikut mati… lagi.

Jaka hanya bisa berteriak sekerasnya, “Aaa…rrrgh!”

SELESAI

————————————————————————————————

versi skenario

”Terus Padam, Pantang Terang!”

Fade in

1. INT. RUANG KELUARGA-MALAM

Jaka (pake tas diselempangin) baru pulang kerja, duduk.

JAKA

(menghela napas) Fiuhh,capek banget!

Jaka mau menyalakan kipas angin. Dadang datang sambil bawa koran.

Dadang

(galak)Jangan nyalain kipas angin!Listrik mahal!Hemat! Nih! (menyodorkan koran) Pake’ ini aja.

Dadang terus keluar.Jaka manyun kesal, tapi mengambil koran juga, lalu kipas-kipas.

Ari datang.

Ari

(merajuk,kesal) Yaaa,Om, gimana sih?!

Jaka bingung, masih kipas-kipas.

Jaka

Gimana apanya?

Ari

(langsung ngambil koran, galak) Ini kan bahan kliping Ari!Malah buat kipas-kipas!

Ari menuju kamar.

Jaka

(teriak) Eh, bapak kamu yang ngasih ke Om!(menghela nafas,kesal) Heeeeh! Ada-ada aja sih!Mendingan nonton TV aja deh!

Jaka baru ambil remote, Dadang masuk.

Dadang

Jangan lama-lama nontonnya! Lis …

Jaka

(memotong, kesal)Listrik mahal!Harus Hemat!Iya tahu!

Dadang senyum senang, mengangguk-angguk. Jaka senyum setengah hati. Dadang masuk.Jaka kembali manyun.

Dadang datang lagi,bawa senter. Jaka segera senyum lagi.Dadang keluar.

Jaka menyalakan TV. (Keterangan:Layar TV tidak usah disorot).

Pembaca Berita TV (OS)

Baiklah pemirsa, kami lanjutkan dengan berita selanjutnya. Pagi ini secara resmi, pemerintah melalui menteri ESDM resmi mengumumkan kenaikan Tarif dasar listrik sebesar 15%. Kenaikan harga yang direncanakan berlaku mulai bulan depan…..

Pet! Lampu tiba-tiba mati. Keadaan jadi gelap gulita.

Jaka

(kesal) Aduuuh! Mati lampu lagi! Udah segala dihemat masih mati lampu juga! Aduh lilin di sebelah mana ya?

Jaka bangkit dari kursi, meraba-raba.

Ari (OS)

(teriak,panik)Ooooom! Gelap niiiih!

Jaka

(teriak, kesal) Udah tahu!Lagi nyari lilin, nih! (lirih,kesal) Namanya juga lampu mati ya gelap! Kalo lampu disko baru ajeb-ajeb!

Ari (OS)

(teriak,panik) Oooom! Ari takut!

Jaka

(teriak) Bentar! Sabar! Masih nyari lilin nih!(lirih,meraba-raba)Senter mana dibawa Si Abang lagi! Ck,ah!

CUT TO:

2. INT.DAPUR-MALAM

Jaka sampai di satu meja, di situ ada lilin dan korek.

Jaka

Nah, nih dia!

Jaka menyalakan korek. Backmusic:Mission Impossible. Korek didekatkan ke lilin, tapi mati.

Jaka menyalakan korek lagi. Backmusic:Mission Impossible. Korek didekatkan ke lilin, tapi mati.

Jaka menyalakan korek lagi. Backmusic:Mission Impossible. Korek didekatkan ke lilin, tapi mati.Jaka jadi kesal.

Jaka

(sangat kesal)Iiih!Ni korek gimana sih? Pake’ ngambek lagi! Mana tinggal satu! Korek,please kerjasama dong yang baik. Tinggal elo nih harapan gua satu-satunya! Jangan mati ya, please…. Bismillah.

Jaka menyalakan korek lagi. Backmusic:Mission Impossible.

Korek didekatkan ke lilin dan berhasil!Jaka tampak sangat lega.

Jaka

Alhamdulillah.

CUT TO:

3. INT.RUANG KELAURGA-MALAM

Jaka membawa lilin ke meja dekat TV dengan hati-hati, lalu meletakkan lilin. Dia duduk, merebahkan punggung.

Jaka

(teriak)Riii! Belajarnya sini aja! Lilinnya cuma satu!

Setelah itu lampu nyala.

Jaka

(senang)Wah! Nyala! Alhamdulillah cuma bentar mati lampunya.

Jaka meniup lilin. Lilin mati.Tiba-tiba … pet! Lampu mati lagi.

Jaka

(marah)Aaa…rrrgh!

FADE OUT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s