karya: Ayya Azizah (murid kelas VIII, SMP homeschooling Khoiru Ummah, Bogor)

Menghirup segarnya,

Udara di hari ini

Yang begitu..

Menyejukkan

           

Merasakan dinginnya,

            Embun di pagi hari

            Yang begitu..

            Menyegarkan

 

Mendengarkan merdunya,

Suara kicauan burung di pagi hari

Yang begitu..

Menenangkan

           

Bulan ini…

            Sangatlah berbeda dengan bulan yang lainnya

            Di mana bulan ini,

            Hanya ada sekali setahun

 

Menahan lapar

Menahan haus

Menahan hawa nafsu

Itulah yang dilakukan di bulan ini

           

Dimana seorang muslim,

            Bangun di pagi hari sebelum terbitnya matahari

            Untuk makan dan minum

            Sampai adzan shubuh berkumandang

 

Dzuhur sudah berlalu

Ashar t’lah terlewati

Dan tetap menahan

Dan terus menahan

 

Laparrrr…. laparrrr….

            Hausss…. hausss….

            Teriakan kecil itu terdengar

            Tak kuasa menahan itu

 

Mata siaga melirik jarum jam

Telinga siaga menunggu adzan maghrib

Tangan siaga menggenggam sedok dan garpu

Bersiap-siap untuk makan dan minum

           

Adzan maghrib pun berkumandang

            Mengganti suasana

            Yang tadinya suram

            Menjadi cerah kembali

 

Mengucap syukur

Kepada Yang Kuasa

Tersenyum…

Dan menghapus kata ‘menahan’ itu

           

Sebulan telah berlalu

            Kita masih menahan…

            Dan terus menahan itu semua

            Hanya karna perintah Sang Pencipta

 

Tapi..

Tibalah hari itu

Dimana kata menahan itu dihapuskan 24jam!

Dimana kata menyenangkan ON 24jam!

 

            Lapangan itu… Berbeda

            Yang dulunya penuh dengan anak-anak bermain kegirangan

            Menjadi tempat beribadah di hari yang suci ini

            Dan begitu juga tempat-tempat lainnya

 

Ramadhan…

Puasa…

Lebaran…

Itulah kata-kata yang pas untuk bulan ini

 

            Opor…

            Ketupat…

            THR…

            Menjadi tradisi rakyat muslim Indonesia

 

Berbagi kesenangan

Tertawa menjadi backsound dunia ini

Kegirangan

Dan bergairah!

           

Tetapi…

            Di sana…

            Beberapa orang

            Tidak melakukan apa yang dilakukan di luar sana

 

Walau mereka juga gembira dengan hari ini

Mereka juga menahan rasa yang terpendam

Mengeluarkan air mata…

Menangis…

           

Penyesalan,

            Kecewa,

            Berharap,

            Memohon teraduk menjadi satu

 

Dimana sebagian dari mereka,

Menyesal…

Karna selama 1 bulan itu

Mereka tidak menambah pahala lebih banyak

           

Dan…

            Kekecewaan itu ada…

            Karna sebagaian dari mereka,

            Tidak melaksanakan ibadah dengan ‘SEMPURNA’ di bulan itu

 

Dan…

Berharap…

Memohon…

Agar mereka bisa merasakan indahnya bulan ini lagi di tahun depan

           

Membayangkan,

            Bagaimana rasanya tidak bisa lagi…

            Merasakan bulan itu lagi

            ‘SELAMANYA’

 

Sakkiiiitttt….

Perrriihhh….

Itulah yang mereka alami sekarang

Dan waktu kedepannya

           

Air mata sukses!

            Sukses membanjiri pipi mereka

            Jatuh satu per satu

            Ke tanah-Mu

 

Di mana…

Tanah yang mereka tetesi air mata itu

Akan menjadi rumah mereka nanti

Saat waktu itu tiba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s