goresan pena: Ayya Azizah (Siswi  SMP Homeschooling Khoiru Ummah, kelas VIII, Bogor)

Air itu…

Air itu mengalir dipipiku

Jatuh satu per satu ke lantai

Menggambarkan perasaanku…

            Mata yang berlinang…

            Pipi yang basah…

            Isakan yang terdengar…

            Menambah perih perasaanku

Air yang jatuh itu…

Begitu.. HEBAT

Begitu hebatnya dapat melunturkan warna hati…

Sampai hati itu tak berwarna lagi…

            Isakan yang terdengar…

            Itu.. DAHSYAT

            Begitu dahsyatnya dapat meretakkan tembok hati

            Sampai hati itu pecah berkeping-keping…

Ditambah…

Tatapan itu…

Pandangan itu…

Sangat.. KOSONG

            Bergetar  tanganku…

            Menggigil tubuhku…

Pusing kepalaku…

Menambah sakit perasaanku

Tapi…

Dia datang tanpa disuruh

Dia datang saat aku membutuhkan

Dia datang.. HANYA UNTUKKU

            Begitu…

            HEBAT

            LUAR BIASA

            MENAKJUBKAN

Hanya karena dia…

Tak ada lagi isakan itu yang terdengar

Tak ada lagi tatapan itu yang kosong

Tak ada lagi.. tak  ada!

            Dan hanya karna dia…

            Tak ada lagi tangan yang gemetar

            Tak ada lagi tubuh yang menggigil

            Tak ada lagi.. tak ada!

Tetapi…

Mata berlinang itu masih ada

Pipi itu pun masih basah

Dikarnakan air itu yang masih mengalir

            Dan tetapi…

            Air itu tak menggambarkan kesedihan…

            Keperihan…

            Atau kesakitan…

Dan…

Air itu tak menyatu dengan penyesalan…

amarah…

Atau ketakutan…

            Melainkan…

            Air itu menyatu dengan kesenangan…

            Kebahagiaan…

            Dan kebanggaan

Terharu…

Itulah kata yang tepat untuk air itu

Itulah gambaran atas perasaanku sekarang

Itulah yang telah dia ubah dariku

            Lalu…

            Karna dia…

            Air itu menjadi senyuman

            Senyuman yang indah bak bungan di musim semi

Sahabat…

Itulah dia

Dialah yang mengubah air itu

Menjadi senyuman…

            Sahabat…

            Dialah yang menemaniku

            Di saat suka…

            Maupun duka…

Terima kasih…

Itulah kata yang akan kuucapkan

Kepadanya…

Selamanya…

            Kenangan kita…

            Antara aku dengan sahabat

            Tak akan kulupakan

            Selamanya…

Kisah kita…

Terukir dalam memori persahabatan

Yang tak akan…

Terlupakan…

Sampai nanti…

Sampai ajal menjemputku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s