oleh: Addien Sjafar Qurnia (Kalimantan Barat)

Saat mata menatap kosong pada dunia

Saat jiwa memberengut  dalam lupa

Saat lisan terasa lelah tuk berkata

Seberapa banyak dalih tuk beralih??

Seberapa banyak pembelaan atas kesalahan??

Seberapa banyak kebohongam berujung kemunafikan??

Sementara jam terus menerus berdetak teratur

Sementara waktu terus bergulir tampa henti

Sementara hitungan kehidupanku terus terlewati

Tuhan…

Izinkan ku mengetuk pintu semesta Mu

Bukan… Bukan melarikan diri disaat ngeri

Melainkan mengemis Ridho di sisa-sisa nafas yang Kau beri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s