Kiriman dari salah satu karib SL: Arcoiris. Cascada

Langit…
Langit itu kanvas yang tak berujung
Tak ada bingkai di sana
Maka, kaupun bebas melukis, menggoreskan segala hal di sana, tentang asamu, ceriamu, galaumu, dukamu.
Tentang semuanya.

Laut…
Ia dibingkai oleh karang-karang yang menjulang.
Tapi, ritme hidupnya tak pernah berakhir,

Laut merupakan rumah, istana besar yang tak berujung,
Ritme hidup yang tak berujung.
Arakan air dari hulu ke hilir takkan pernah berhenti.
Takkan pernah berbalik arah..
Meski ia melarikan diri ke ujung dunia sekalipun, ia pasti akan kembali ke rumahnya.., samudra…
Semua hal di dunia ini akan kembali ke asalnya, menghadap pada penciptaNya.

Laut…

Ia tak akan pernah berhenti mengalir, ia tak akan pernah surut.

Laut…
Di sana kau bisa melihat segala hal…

Laut merupakan cermin raksasa bagi langit.
Ia bisa mengejawantahkan setiap lekukan, setiap goresan, biasnya dalam arusnya,
Dalam setiap gelombangnya kau bisa mengalirkan, menguapkan buncahan rasa dan asamu.

Langit dan laut tak akan pernah terpisahkan.
Mereka selalu bersama.

Tentang langit…

Tempat segala coret moret kehingar bingaran bebas tergaris disana…

Maka luapkanlah segala apa yang membisingkan jiwa pada tiap lekuk awannya..

Tak perlu ragu…

Sebab ada angin juga hujan yang akan menghapus serta menggerus pahatan abstrak dari tiap air mata, derai tawa atau segala kecewa yang kita tumpahkan padanya yang diciptakan luas tanpa tepi…

Layaknya langit…

Saudarapun adalah kanvas tak berujung…

Dengan keluasan jiwa yang purna tempat segala keluhan bebas berlari…

Maka ungkapkanlah segala apa yang memilukan rasa dalam hangat peluk juga senyumnya…

Tak perlu ragu..

Sebab baginya, air matamu yang tumpah dibajunya bukan melemahkan atau menambah beban masalahnya,

Tapi menguatkan juga menegarkannya..

Bahwa lewat kemelut bahkan carut marut yang kau telan, ia temukan penolak bala agar hal yang sama tak singgah di hidupnya juga di hidupmu untuk kedua kalinya.

Maka dekap eratlah ia saat tangis membahana atau saat tawa menggelora..

Tentang laut…

Muara segala aliran lengkap dengan warnanya…

Larunglah kapal dendam atau kebencian padanya yang tak bertepi…

Hanyutkan segala racun warna-warni penggerogot ketegaran ataupun keimanan…

Tak perlu ragu…

Sebab ada badai juga karang yang menjulang siap meluluhlantakkan segala kemudi kepenatanmu…

Kemudian laut kembali biru, sebab warna-warni segala aliran, pada laut dibungkus jadi pernik peindah warna lautan…

Layaknya Laut…

Begitupun saudara…

Ritme hidup yang tak berakhir…

Ia adalah detak, yang menutupi segala suara-suara miring yang menggalaukanmu tanpa akhir…

Ia adalah gerak yang mengalirkan kehangatan, ketika dinginnya hembusan angin cemo’ohan menusuk-nusuk hingga ke sum-sum tulangmu…

Begitulah saudara,

Ia tak kan pernah merasa berat ketika kau hiasi beribu problema dalam ruang dengarnya,

Baginya..

Bisa menjadi laut tak berujung yang padanya mengalir dan berlayar segala kedukaan ataupun kesukaanmu adalah ladang cinta..

Bahwa segalanya akan ia kembalikan pada sang Pencipta-Nya..

Senantiasa menyertakan namamu dalam  setiap untaian do’anya..

Hingga malaikatpun turut mendo’akannya…

Laut merupakan cermin raksasa bagi langit…

Begitupun saudara…

“Setiap mukmin adalah cermin satu bagi yang lain”

Seperti langit dan laut yang tak bisa dipisahkan..

Aku harap kitapun begitu…

Selalu bersama meski tak bersua…
+++++++++++++++++++++++

P.s. tambahan dari redaktur;

“Karya itu musti menggugah jiwa

tak peduli betapa belianya ia dalam menggoreskan tinta

seseorang musti berani:

berani berkarya

berani memulai

berani dinilai

Apapun itu, sebuah syair/puisi

pastilah membawa gerbong pitutur makna

yang terpintal dalam bait-baitnya.

Tetap berkarya yg menggoncang dunia😀 “

B.O.G.O.R, sesaat gerimis menerapas; 29 Oktober 2010 17:00

ApuIndragiry

 

8 responses »

  1. aqiilah says:

    antara laut dan langit, seperti persaudaraan kaum Muhajirin dan kaum Anshor….Subhanallah, seperti itulah seharusnya kaum muslimin menjalin persaudaran.
    Persaudaraan/persahabatan yang hakiki adalah sahabat/saudara yang membantu saudaranya disaat kesulitan, yang menyapa kita saat kita diam, mengokohkan kita saat lemah, berani merugikan dirinya untuk saudara/sahabatnya, memancing tawa dengan kisah2 jenaka, menghapus airmata kita, membuat yang pahit menjadi manis,yang susah menjadi mudah,yang berat menjadi ringan.Dan semuanya dilandasi keimanan kepada Allah

    “Sesungguhnya saudara yang sebenarnya adaah yang selalu bersamamu,mau merugikan dirinya untuk memberi manfaat kepadamu.Dan apabila terjadi musibah, ia mendatangimu dan ia korbankan dirinya untuk menolongmu.” (Ali bin Abi Thalib)

  2. Arcoiris.Cascada says:

    assalamu’alaykum.
    Subhanallah, alhamdulillah.
    Terharu.., akhirnya karya kami dimuat di sastra langit.

    Syukron wa jazakumullah khairan katsiran.

    @ Akhi Fadil, Ukh Syafiyah & Ukh Sabhrina : Syukron. Jazakumullah Khairan Katsiran. Salam kenal dari kami

    Mhn do’anya, agar karya bs trs berkarya yg menggugah & menguncang dunia.

    O iya, afwan nama kami arcoiris.cascada, bkn arcoidis.cascada ^_^

  3. syafiyah says:

    subhanallah…
    langit laut,
    indahnya ukhuwah tercermin di sana😀

    btw bang, kriteria puisi/karya apapun itu buat bisa masuk sastra langit apaan ya bang?

    emm, karya di atas apa trmasuk menguggah jiwa bang? mnrt saya sih iya.
    krn karya di atas membuat sy merenung dan tergerak untuk menjadi layaknya laut dan langit seperti karya tsb.

    afwan🙂

  4. shabrina says:

    salam kenal untuk Arcoidis. Cascada
    😀

    smoga Qta bisa bertemu..🙂

  5. Fadli says:

    Seandainya kehidupan seperti puisi, maka pantaslah dunia ini di puji.. Namun sayang, kehidupan hanyalah sebuah misteri yang harus di jalani dengan pilihan.. Yang semuanya akan di mintai pertanggung jawaban..😀

    Puisi yang bagus….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s