Puisi lara di ujung senja, oleh : Apuindragiry

Teror 1

Sabang Merauke bersekutu

Mereka mengejan adduu…uuuh…!

Mereka tak tahu menahu

Hanya serupa perahu

Yang tak bernahkoda.

Mereka lemah lunglai

Minyak tanah berganti gas pun mereka abai

Mereka hanya bisa memekik aww…..!

Dan … blaaaaaaa…rrrr!

Kembali menggelegar

Seantero pelosok negeri

Serupa nyanyian koor di upacara

Wajah terkelupas

Kulit menggosong

Mereka menggerendeng

Kenapa ELPIJI menzhalimi

Kenapa maut kian akrab

Dengan rakyat melarat

Elpiji ini milik siapa

Untuk siapa

Kenapa ia bak malaikat Izrail

Yang mengintip

Di balik desisan gas

Ah, aku tanya ke siapa

Jerit mereka

Apa pedulinya penguasa

Teror 2

Pedas, walau dikipas-kipas

Di sudut pasar

Semua menutupi mata

Pedas bagi emak-emak

Pedas bagi saudagar katering

Menyambut ramadhan

Dengan kudapan…

Cabe naik!

Gara gara TDL merangkak naik

Ah, aku tanya siapa

Teror 3

Dulu… perahu itu berlayar

Mengarungi mahasamudera

Manantang gelombang

Di siang dan kegelapan

Demi sesuap nasi

Untuk anak istri

Mereka memeluk anyaman jaring

Termanggu seperti gagu

Susahnya berlayar

Tanpa modal di saku

Gara gara TDL naik

Harga es balok pun ikut naik

Padahal kemarin mereka sudah didera

Derita kenaikan BBM yang tiada tara

Siapa yang menanggung hidup mereka

Ah, aku tanya siapa

Teror 4

Ah… terlalu banyak teror

Takkan muat untuk menghimpun

Jerit jerit jelata

Yang merana

Ah… aku tanya siapa…

Tasikmalaya, 17 Juli 2010 18:39

2 responses »

  1. aqiilah says:

    keren….
    gaya bahasanya jd inget puisinya……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s