Ketika diam adalah emas maka ku kan jadikan itu sebagai waktu panjang untuk merenung dalam soal hidup, kehidupan dan diri. Apa yang sudah diberikan untuk keindahan hidup dan kehidupan? Namun, ketika bicara adalah emas maka aku kan bersuara. Lantang, hingga penghabisan sejati mengakhirinya.

(Nafiisah, 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s