Curahan hati dari balik jeruji: by Misbakhun

=======

Prolog:

Tiada pretensi apapun kala tulisan ini dimuat. Saya hanya ingin menyemangati untuk para penulis pemula: “bahwa menulis itu; bisa di mana, dan kapan saja, bahkan pun di penjara.” Dan bahwa; HIRUPAN ALAM KEBEBASAN itu memang sangatlah mahal dan baru terrasa pabila kita tidak menikmatinya lagi. Ambillah kisah hikmahnya.

============================

Matahari terbit terakhir yang bisa saya saksikan adalah matahari terbit tanggal 26 April 2010 walaupun saya menyaksikan sebagai sebuah hal kegiatan rutin biasa seperti saya melewati hari-hari sebelumnya. Begitu juga itulah hari terakhir saya menyaksikan cakrawala, batas langit pagi itu.

Siapa yang akan menyangka bahwa periode tersebut adalah matahari terbit terakhir yang saya saksikan. Cakrawala terakhir yang saya pandang. Karena perjalanan waktu berikut adalah sebuah episode dimana matahari terbit, indahnya langit biru, warna lembayung cakrawala di kala senja, gemuruh hujan, teriknya matahari, gelapnya malam, redupnya sinar bulan sudah tidak bisa saya saksikan sebagai sebuah rutinitas. Menjadi sebuah hal yang indah ketika dibayangkan sebagai sebuah kenangan, sebagai sebuah hasrat karena kita sudah dalam keadaan yang tidak bisa merasakan.

26, 27, 28, 29, 30,…6, 7, 8, 9… Adalah sebuah deretan angka kalender bagi saya. Akan saya lewati sebagai sebuah perjalanan waktu dan perjalanan waktu dengan makna lebih. Keterbatasan ruang bukanlah sebuah pengekang atas imajinasi dan pemikiran manusia.

Mata manusia bisa dipuaskan oleh buaian pandangan indah matahari terbit, redupnya sinar matahari terbenam di batas cakrawala dan temaram sinar rembulan di gelapnya malam.

Imajinasi pemikiran manusia tidak akan pernah bisa dibatasi oleh sebuah tembok penyekat dalam bentuk apapun. Apakah itu sebuah ruang yang bernama penjara ataulah sebuah ruang isolasi. Karena sejatinya imajinasi pemikiran manusia adalah hakikinya milik sejati manusia yang paling tidak bisa disentuh oleh siapapun. Melekat dalam jasad bersama bersatunya roh. Pemiliknya Sang Khalik.

Akal manusia tidak pernah bisa menjangkau imajinasi pemikiran manusia. Itu adalah kekuasaan Tuhan yang ada dalam dunia riil manusia. Kata Tuhan, pelajarilah semua ciptaan-Ku tapi jangan pernah kamu mempelajari kekuasaan-Ku. Limit dan batas pembelajaran telah diberi.

Sumber:http://www.detiknews.com/read/2010/05/09/162814/1353925/10/jeritan-hati-misbakhun-dari-balik-jeruji-besi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s