“Bukan penaku yang menarikan

namun hatiku yang membisikkan.”

Sebagai tembang pembuka

Agar senyum rekahmu ada

”Ada pinta dalam bait kata

Ada senandung jiwa dalam syair hati

Ada kerelaan dalam melangitnya asa-cita.”

Kala cahaya cinta berpendar di taman hati

Rabb…

“Kuingin dia-lah sang belahan jiwa

Tuk menyempurna agama.”


+Kutahu kini sungging senyummu

Telah menjawabnya+

Kala mitsaqan ghaliza t’lah mematri kami

Rabb…

Izinkan kubisikkan kata

“Aku sungguh jatuh cinta padanya.”

+Ah, kian merekah kuntum senyummu+

Kala senyum bahagia kami merekah

Rabb…

Kuharap pinta

“Tumpahkan barakah-Mu atas kami.”


+Kulihat gulir airmata bahagia menjatuhi bumi+


Kala ‘kusentuh’ ia dengan melembut

Rabb…

“Semoga ’kan menjadi taburan pahala.”

Kala bahtera kehidupan terlayari

Rabb…

Kutengadah jemari

“Jadikan kami sepasang cinta

di dunia dan akhirat kami.”


+Dan… tangismu pun pecah kian menjadi+


Kala ’bunga cinta’ kami bersemimekar

Rabb…

“Semoga mereka kan jadi pelita

Semoga mereka kan jadi lentera

Semoga mereka kan menjadi manikam jiwa

Semogalah mereka menjadi cinderacinta indah

Semoga mereka kan jadi senyuman bangga

Ayah dan ibunya di Alam nan membaka.”

+Serentak engkau pun mengangkat jemari

Menggetar lafal: amin menyertai+

Rabb…

Izinkan daku jatuh cinta

Kepada nan t’lah layak kuujarkan kata cinta

Rabb…

Izinkan daku jatuh cinta

Tuk seseorang

Nan t’lah teridha-terizini oleh-Mu.


+Dan ketika akadku telah terjelang

Kupintallah tembang:+

”Ya Allah…

Saat kutatap matanya yang bermata bening.

Satukanlah  cintaku dan cintanya.

Temalikanlah jiwa kami dalam simpul suci-Mu.”

+Maka genaplah sudah penantianmu-penantianku+

”Ya Allah…

aku ingin segenap asa cintanya melebur di mataku,

mendetak dalam jantungku

mengaliri dan menderas di dalam arus darahku.”

+Selarik utas harapan

Agar engkau senantiasa hadir di hatiku+

”Ya Allah…

izinkan ku ukir namanya dalam prasasti hatiku yang memanuskrip mengabadi.”

+Biarlah engkau menjadi liontin hatiku+

”Ya Allah…

saat kutatap teduh matanya,

kusenandungkan kidung-kidung cinta di langit hati.”



+Dan sejujur kataku pun terungkap sudah+

”Ya Allah…

yakinkan  ke dalam lubuk jiwaku

bahwa dialah belahan jiwaku yang terserak dulu. ”

+Ya, karena engkau bidadari terpilihku+

”Ya Allah…

inilah manikam jiwa yang dulu tersimpan

di balik vas kehormatan dirinya,

kini… izinkanlah kuambil manikam itu atas ridhaMu”

+Maka, izinkanlah namaku mematri di hatimu+

”Ya Allah…

sungguh di matanya kulihat pesona bidadari shalihah

yang akan menghiasi dunia-akhiratku

dengan kerlipan cahayawi indahnya,”


Kusujudsyukurkan

Atas berkah halal dan thayyib-mu

Tuk penyempurna separoh agama

Separoh jiwa

Seiya sekata

Tasikmalaya, Ahad 18 April 2010 00:28

Dijelang-menjelang

-Apu’ indragiry

P.S. Dikutip dan dicomot dari draf novel Pelangi-Pelangi Bidadari, plus dibenah jawab per paragraf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s