Catatan hati; apuindragiry

Kutatap langit biru
digumpal gemulung awan keperakan bak cendawan di musim penghujan

Lintas lalu lalang orang dengan kesibukan bermacam

Aku duduk terhening
di sebuah meja bundar dengan tatakan

Aku menghening diri
mencoba merajut jalinan utuh alkisah ‘cinderacinta’
memungut serpihan ide terbaik
yang melayang bak lelayang
terhambur dengan inspirasi tabur
gagas gagas yang mesti diikat
dihimpun dengan kata pikat

Jenak kusesap secangkir ‘Double Espresso’ nan pahit mennyelekit
terhimpun sebagai salah satu minuman favorit
manakala ku masih bekerja di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta dahulu kala

Terserak cecar bilah-bilah kertas loose leaf yang kujinjing
Teterpa oleh semilir sepoi yang mengecup keningku melembut
Membelai sibak rambut cepakku
Membasuh jiwaku
Meneduhi kota Tasik yang sedang dicengkeram
tiupan aroma sengat mentari siang kala

Rerimbunan bunga hijau yang bersembunyi
di balik tirai pot hitam pun turut berseri
Ia mengayun jemari tangkainya
Meniru dansa angin yang mendesau

Ups! Maaf, tarian jemariku kucukupkan di sini.
lantaran aku musti mulai merangkai
novelet CINDERACINTA sebagai mahar CINTA.

Kafe’ EXCELSO, Asia Plaza, Tasikmalaya
04042010 14.04

Tarian awal Pujangga-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s