Tertulis dan terbisik di hati: apuindragiry

“Karya istimewa yang dipersembahkan untuk sang Liontin Hati
Sebagai Cinderamahar pernikahan & sebagai pengikat cinta.”

“Cinderacinta, ia merajut dua hati
ia memadukan dua kepingan jiwa
dan… dalam dekapan cinderacinta,
ada janji suci sepasang hati yang mengiringinya

==++ Cover Depan++==

==================*Sebuah Prolog*=======================

Banyak kata yang telah tertenun, terserak menumpuk di folder manuskrip, bahkan yang masih melayang-layang dalam benak imaji. Namun, novelet ini amat istimewa dibanding draf karya-karyaku sebelumnya, semisal: ‘Pelangi-Pelangi Bidadari’ [novel] ‘Sehangat Pelukan Bidadari’ [sebuah novelet] dan bahkan pun adikarya dan core-karya2ku ‘Puisi-Puisi Cinta’ [Sebuah antologi tunggal; puisi-puisi perjuangan].

Begitu istimewa lantaran, novelet ini adalah novelet ‘khusus’ dan mempunyai kedudukan yang ‘amat khusus’ pula untukku dan sang liontin hati. Karya ini meraih tangga istimewa di antara sejutakarya, lantaran ini adalah; novelet sebagai salah satu syarat CINDERAMAHAR pernikahan.

‘Khusus’ dan ‘mengistimewa’ lantaran karya ini ditenun untuk dipersembahkan kepada liontin hati yang kelak insyaallah menjadi ‘belahan jiwa’. Amat istimewa, lantaran novelet ini hanya akan dicetak dan disebarluaskan atas persetujuan dan kerelaan sang liontin jiwa.

==================*Bidadari Terpilih*=====================

Hidup adalah perjuangan, dan memilih satu liontin di antara serakan yang menebar jua adalah perjuangan.

Melikui jalan yang ditempuh untuk memungutnya. Ada badai yang menghantam yang memorakporanda sejuta asanya. Ada jebakan duri-duri bertabur-serakan yang siaga mengoyak tapak jalannya. Ada mendung yang mengiringinya, dan bulir-bulir gerimis yang tiada henti menghujaninya.

Ketika awan duka menyambangiku, sebuah Personal Message FB dari guru terkasihku di Yogya, berderit mendatangi.
berbunyi begini:

“Apu`, semoga langkahmu selalu mendapat ridho, hidayah, dan inayah-Nya. Amin. Mencari jodoh ibarat mencari rizqi, semoga engkau mendapat rizqi yang “halal” lagi “thayyib”, yakni isteri yang salihah. Nabi SAW bersabda,”Barangsiapa yang diberi rizqi oleh Allah berupa isteri yang salihah, maka sungguh Dia telah menolongnya akan setengah agamanya. Hendaklah dia bertakwa kepada Allah untuk setengah yang sisanya.” (HR Al-Hakim).

Sebuah lecut, segenggam doa dan setangkup asa pun menjelma. Jazakallaah khairan katsir, Guru (KH. M. Shiddiq Al Jawi)

Di balik perih luka, ada bidadari yang telah tersimpan di dalam vas keshalihan yang telah dipilihkanNya sebagai tambatan jiwa.

Ah, senantiasa ada ceria dibalik duka yang menghimpitnya.

Ya, aku telah memilihmu kini.

==================*Menguntum Surga*====================

Engkau yang terpilih hatiku, bukan lantaran kecantikan menawanmu, kebeliaan usiamu, pun bukan pula tersebab keturunan, apalagikah disebab harta.

Engkau terpilih lantaran agamamu [shalihah & pesona da’wahmu] jua kesederhanaan dan kesahajaanmu.

Kelak, akan ada banyak cerita yang tertulis di kanvas karya tersebabmu, Insyaallah.

=============*Cinderacinta sebagai Pengikat Jiwa*===============

Cinderacinta, insyaallah akan mengikat rajut dua jiwa
Cinderacinta, insyaallah kan memadukan dua kepingan jiwa
dan dalam dekapan Cinderacinta ada janji suci sepasang hati yang mengiringinya.

Bumi karya jiwa-Tasikmalaya, 15 Februari 2010 03:03
Apu’ sang Pujangga

Ps. ‘Menjelang dijelang arti hadirmu’

Karya ini untukku, dan untukmu. Jikapun engkau mengijinkan, karya ini kelak akan tersebarluaskan.

“Semoga Allah ‘azza wa Jalla memermudahiku di tiap tuangan kata dan tenunan makna.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s