“Ketika tenunan dua hati karib sahabat. Terpisahkan oleh takdir tersurat.

Dua hati yang senantiasa bersama. Namun, terpenggal oleh kisah dukana.

Simak dan pungutlah simfoni kisah sendu pertautan abadinya.”

(Cover depan novelet Sehangat Pelukan Bidadari)

ditulis oleh: apu’indragiry


Karya perdana pujangga yang telah ternanti-nanti kehadirannya    

oleh pembacanya di belahan Indonesia dan negeri jiran Malaysia

==================================================================

(Cover belakang)

Sehangat Pelukan Bidadari himpunan kisah yang bertutur tentang dua kutub hati yang saling berpagut padu, lantas tertenunlah sutera kasih persahabatan yang menyemi di rerumpunan taman-taman perindu cintakasih. Ia berkelana, menyapa dan menyelusup di sulbi-sulbi manusia. Ia menghampiri dan bertandang di beranda ketulusan. Ia mengetuk cinta dan mencelup kasih. Cawan cinta itu menuangkan gemerisik canda ceria, membuhul ikatan yang erat mengukuh. Namun, acapkali manusia terlupa, bahwa setiap perjumpaan pastilah diiringi perpisahan. Dan setiap ceria pastilah ada seselip duka yang mengintip-intip di sana. Dua kutub hati yang terpaut, lantas dicerai-beraikan maut yang menjemput.

Sungguh, jalinan cerita yang mengharu biru. Berpagut luruh, tetes-tetes kristal bening lantaran lara duka perpisahan. Ada tembang sendu yang bersemilir di sana, ada hati yang tercekat terbekap, ada iringan mendung mengkabut pilu, lantas gemulung mendung pun berganti gerimis mengiris-iris hati yang berkabung. Namun,  senantiasa  ada lirih lantunan doa-doa dibalik duka. Setangkup jemari merenda kata yang mengetuk pintu langit yang teguh memilin hati keduanya. Mengharap perjumpaan yang lebih indah abadiah dan memesona.

”Sesungguhnya jiwaku kini dirundung nestapa. Sesungguhnya deru jiwaku tak bisa kutipu, bahwa aku sungguh kehilangan dirinya. Sungguh! Aku kehilangan separoh bagian jiwaku. Sekeping hatiku pun terbang bersama sayap kepulangan ruh jiwanya. Bagaimana tidak, ia sahabat terkaribku bahkan teman-teman kami semasa di SMU dan di kampus menyebut kami sebagai saudara kembar, karena di mana ada dia, pasti di situ ada saya. Namun, kini ia telah berpulang. Novel Pulang!….” suara Halimah kembali terhenti.

Pungutlah simfoni dukanya. Bahwa perpisahan itu senantiasa menyesakkan yang kerap menyisakan kedukaan. Namun, tetaplah ada harap perjumpaan. Sepenggal kisah lara ini akan mengaduk-aduk jiwa-jiwa perasa. Bagaimanakah rasanya, ditinggalkan cinta belahan jiwa, sepanjang masa.

hatimedia

menyentuh hatimu!

Jl. Peta 42 Tasikmalaya, Jawa Barat

Email : hatimedia@gmail.com

Hp. : 085860838230/081802711252

9 responses »

  1. Yup, pasti Apu’. Do’a saya menyertai langkah antum. Semoga Sukses. Allahu Akbar…!!!

  2. shabrina says:

    Amin…😀

  3. Ditunggu…ditunggu…!!!

  4. shabrina says:

    Asyiiiiiiiiiiiiiiiikkkk…
    bentar lagi dapat novel gratisan…😀😀😀

  5. anabel rosetti says:

    OMG, that’s calla lily, my fav flower !! :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s