Pahatan hati: AllyMuhammad

Di tepi sawah padi ia berdiri
Di kaki galunggung, lama ia terbangun
Gubuk sepi nan berseri di dusun Arjasari
Menopang segala cerita manusia yang pernah mendulang ilmu dalam peluknya

Sejuta sejarah bergelayut di lelangit atap
Ribuan kenangan melekat erat di dinding berkarat
Dan suara abadi mu (abi) tak pernah hilang di sekujur tubuh lusuhmu
Teriak nasihatmu terpahat kuat, masih hingar beringar layak kala di mimbar
tegas dan tak pernah gentar..

Suka, tawa dan cerita masih nyaring kudengar dibalik kamar bilik
Lirik-lirik bahagia dan nyanyian derita abadi dalam rupamu yang meneduhkan

Rumahku…
Meski hanya bertubuh kayu dan bambu.
Kaulah istana termegah yang pancarkan semburat cahaya ke langit
Kau naungi segala cengkrama keluarga ini
Diatas alas tikar kami rebah segala gundah gelisah
Berbantal kepalan tangan kami teguk segala kekuatan

Rumahku..
Meski hanya dapur dan tempat tidur
Kau angkat kebersamaan kami menjadi pelipur segala lara yang bertutur
Maaf jika kini jarang kami sempat meniduri ranjang-ranjang itu
Langka memberi makan ikan dan ayam-ayam itu
Namun mereka telah begitu menyiksa kami dengan terjangan rindu yang tak pernah padam

Rumahku..
Takan pernah ada kata yang bisa mengungkap
Kecuali rasa haru, bangga dan rindu yang tertawan
Hingga setiap huruf yang kurajut adalah airmataku yang berkata

Kini kaulah sendiri pelindung malaikat kami (umi)
Kaulah peneduhnya kala petir dan hujan bersinergi
Jagalah senyumannya…
Biarkan ia tenang merajut sekain doa untuk kami dan abi setelah ia pergi
Biarkan ia lapang menenun pakaian surga dibawah teduh kesederhanaanmu

Beritahu dia kabar kami yang selalu ku titip pada angin dan hujan
Beritahu ia bahwa kami bukan penakluk hidup.
Kami adalah penakut yang takut untuk hidup tanpa doa dan nasihatnya yang membuat kami bisa bertahan dalam keberanian menghadapi segalanya.

Telah kau dapatkah pesan-pesan kami yang kami titip pada merpati yang berangkat setiap sujud kami terdirikan?
Hanya bait-bait doa dalam bingkis sederhana

Semoga keberadaanmu tetap berkilau untuk menyadarkan manusia tentang megahnya hidup dalam kesederhanaan

Tasik, January 16 10
10:20 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s