tenunan puisi; apuindragiry

Ia berjalan di antara semilir malam
Pekat tak cukup memapas langkah

Gigil menusuk taklah berarti
Azan subuh ia lantun

Membangun kelelapan malam
nan masih sunyi

Yogya, 3 November 2008 08:26

3 responses »

  1. Selly says:

    saat ku dengar lantunan adzan yg begitu merdu,,, ku makin terlelap… (melanjutkan tidur kembali)…
    hehe…🙂

    • sastralangit says:

      wah, ditelinga kanan dan kirinya, juga di jasadnya, ada ‘teman keburukan’ yang memberati.

      sebelum rehat musti dan dianjuri untuk memohon perlindungan dari gangguan syetan yang kerap menggandoli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s