Tenunan gugahkata: apuindragiry

Duhai Bidadari nan mewangi kesturi …
Ijinkan daku menunduk merunduk!
Agar menjadi Muslimah nan dirindui

Bukan kecantikan sebagai dacing
Tapi karimahmu menjadi lilin
Nan menerangi kolong langit
Dari kelamnya kejahiliyahan

Engkaulah rembulan nan mensinari
Engkau teteskan embun kala pagi
Engkau hembuskan angin sepoi nan membelai
Di antara wanita-wanita pesolek nan jahili
Senyum takwamu mewangi kesturi
Kerana iffah sebagai perisai diri

Kala kau semai dakwah Ilahi nan ikhlasi
Terpancar gemuruh merekah Malaikat amini
Tercerah ummah ilmu Ilahi
Tuk pancangkan Hukum nan qath’i
Agar mayapada tersinari
Syariah Islam nan dinanti
Daulah Khilafah wasilah nan kau tapaki

Semoga Rabbi Izzati ridha
Semoga Malaikat aminkan Doa
Semoga belahan jiwa nan kau damba
Sebagai perekat cintamu pada-Nya

Tetaplah menjadi muslimah nan dirindui
Kerana Jannah Kesturi menanti
Tuk reguk swargaloka hakiki
-nan terlezati-

Kala Muslimah menjadi obor negeri

Yogyakarta, 2007

terrambil dari draf buku antologi puisi islami; ‘Taman Puisi Langit’

2 responses »

  1. jejaklangkah says:

    afwan, dacing itu ukuran/timbangan dalam kekata Melayu ya?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s