Tenunan puisi: apuindragiry

Seorang pejalan kuyu
Terjerembab di jalan lempang

Sosok petani mati mengenaskan
Di ‘lumbung padi’ pengharapan

Seorang saudagar terjepit dagangan 
Tersebab riba yang terpintakan

Seorang konglomerat mati
Dicekik dasi piutang

Alkisah nelayan 
Dipontang panting ombak samudra 
Lantaran solar campuran

Maka bumi pun terekah pekik tangis
Kala bocah SD menggantung jasad
Lantaran tak kuasa menanggung biaya sekolah

Dan bayi mungil merah
Terpasung di ranjang RSUD pemerintah
Lantaran kepapaan sang Ayah

Bunda Prita bersimbah airmata
Lantaran hukum diperjualbelikan pengusaha

Di sudut desa konon katanya…
Mbok Minah yang renta, terpenjara
Karena ‘hukum ada’
Untuk Wong Cilik sahaja

Lantas bagaimanakah sang penguasa
Di negeri antah berrantah 
Itu bersilat lidah kilah???

Mereka menjanjikan ‘Surga Kesemuan’…
… kemakmuran
… keadilan
Ketercukupan sandang papan

Sungguh amat tersayang
Semua itu hanya ada di negeri awang awang
Yang dijanjikan penguasa
Yang sedang tersaruk nafsu kuasa

Mereka janjikan perihal semua itu
Dalam lafal lafal indah
Tutur kata dipoles nafsu lawwamah

Inilah keadilan
Yang ditipukan

Dan… begitulah manusia
Yang enggan berkiblat hukum-Nya

Terminal Kpg. Rambutan, Jakarta 15 Desember 2009 07:57

Apu’ sang Pujangga

2 responses »

  1. rahimimajinasi says:

    Apu… gambarnya bagus. saya izin copas yak. Jzk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s