Lihatlah sekuntum bunga
Ia bermekaran diterpa sinaran cahaya
Hangatnya mentari nan mensapa dunia

Lihatlah cerianya ia
yang teterpa gerimis
ia tak pernah menangis
lantaran dibalut hawa beku

ceria dan duka
senantiasa menghinggapinya

namun, ia tak pernah mengelak
cahayawi surya
pun bekunya terpaan bulir-bulir hujan

duhai manusia…

Sesungguhnya duka
adalah ceria yang tersembunyi sebelumnya

dan keriangan adalah
duka yang terbuka kedoknya

cerialah…
serupa kuntum bunga

Tasikmalaya, 17 Oktober 2009 21:09

Apu’ sang Pujangga

[Semoga sebait puisi
memusnah duka
menceriakan jiwa]

Note:
Maaf jika kurang menjiwai,
lantaran sembari kerja kupahat kata
kurun 4 menit kutarikan ujung pena

Puisi ini jua tersembahkan untuk yang sedang melarut duka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s